Gambut dan Sagu Sumber Kearifan Lokal

Sagu menjadi sumber penghidupan dan kebanggaan masyarakat Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Tampak pekerja sedang mempersiapkan batang-batang sagu yang dibelah untuk diproses menjadi sagu basah di sebuah kilang sagu. Desa ini mampu menghasilkan 400-600 ton sagu basah yang diekspor ke Malaysia dan Eropa. (Foto: Leo Wahyudi S)

Wajah lelaki tua itu masih memancarkan semangat meski usianya tak lagi muda. Usianya tak lagi muda. Namun kepedulian dan kecintaannya terhadap daerahnya menjadi pencerah. Dialah Nong Mell, tokoh masyarakat Desa Sungai Tohor, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Wak Nong, panggilan akrabnya, sudah tak asing bagi penduduk desa itu. Wak Nong memiliki kilang sagu di Sungai Tohor. Papan nama bertuliskan "Industri Sagu Basah, Maju Jaya" terpampang jelas di bagian depan kilang sagu itu.

Bau kilang sagu itu agak menyengat. Ada banyak gelondongan sagu dijejer di samping dan dalam industri rumahan itu. Wak Nong pula yang mendapat kehormatan kunjungan Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam blusukannya di Desa Sungai Tohor 27 November 2014 silam. Menurutnya Presiden Jokowi berkenan mencicipi masakan olahan dari sagu yang ia produksi sesaat setelah menanam sekat kayu yang secara simbolis menandai pembangunan sekat kanal gambut (canal blocking) di Desa Sungai Tohor.

Wak Nong sangat fasih menjelaskan usaha sagu, pohon sagu, dan kelestariannya. Maklum, ia sudah memulai usahanya itu 19 tahun silam. Kini di Desa Sungai Tohor ada 12 kilang sagu. "Kilang sagu ini memberi pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat di sini," kata Wak Nong. Sagu di Kepulauan Meranti dianggap sebagai sagu terbaik.

Wak Nong mempunyai perkebunan sagu beberapa hektar. Namun ia tetap membeli sagu dari warga. Satu batang pohon sagu dapat dibagi menjadi 7-8 potongan berukuran 110 cm yang disebut tual. Setiap tual dihargai antara Rp.40.000-45.000. "Satu batang sagu ini bisa menghasilkan 300-400 kilogram sagu basah," kata Wak Nong sambil menambahkan bahwa dalam sebulan kilangnya mampu menghasilkan 40-50 ton sagu basah kalau bahan baku banyak.

Menurut penuturan Ridwan, salah satu warga, setiap hektar sagu biasanya ada sekitar 120 pohon pada panen pertama. "Panen kedua dan selanjutnya bisa sampai 300 batang. Karena pohon sagu beranakpinak seperti pohon pisang," katanya.

Bagi warga Sungai Tohor kebun sagu menjadi semacam tabungan setiap tahun kalau pohon sagu mereka jual. Harga satu batang pohon sagu sekitar Rp400.000 dan sagu basah Rp2.150 per kilogram. "Namun harga ini juga tergantung pasar," kata Ridwan.

Wak Nong mengatakan bahwa masyarakat Sungai Tohor tidak dapat dipisahkan dari pohon sagu dan gambut. Mereka hidup di tanah bergambut dalam yang ditanami pohon sagu. "Kami sungguh menjaga gambut ini agar tidak kering. Kalau sampai kering, maka pohon sagu akan mati dan kami tidak bisa hidup," kata Wak Nong.

Karena itu seluruh warga masyarakat Sungai Tohor selalu menjaga agar gambut di desa mereka tetap basah agar pohon sagu tetap tumbuh subur. Ia mengklaim bahwa Sungai Tohor mampu menghasilkan 400-600 ton sagu basah yang diekspor ke Malaysia dan sebagian Eropa.

Selain itu, sagu juga dapat diolah menjadi beragam makanan. Ada sagu rendang, mi sagu, kerupuk sagu, lempeng sagu (seperti martabak), sempolit (seperti papeda di Papua), cendol sagu, dan sebagainya. "Seluruh bagian pohon sagu ada manfaatnya," kata Wak Nong. Kulit kayunya dapat dipakai sebagai sekat kanal gambut, sekat penahan abrasi seperti mangrove, kayu kerajinan.

Sementara itu, Camat Tebing Tinggi Timur, Helfandi, menegaskan, "Kita ingin mempertahankan kearifan lokal. Salah satunya adalah kebun sagu. Kuncinya air, gambut, dan hutan. Semua berkorelasi," katanya. Kalau ada yang satu yang bermasalah, maka akan mempengaruhi yang lain, termasuk kedamaian, kelangsungan hidup, dan ekosistem gambut di Sungai Tohor.***

membagi informasi ini:

Jadwal Kegiatan

Informasi Kontak

Telepon: +62 (21) 2500811
Faximili: +62 (21) 2500822
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Situs Web: www.reddplus.go.id

Kantor Utama

Jl. Ir. H. Juanda No. 36
Jakarta Pusat - 10120, Indonesia

Kantor Operasional

Mayapada Tower II Lt. 14
Jl. Sudirman Kav. 27, Jakarta Selatan - 19210 Indonesia

Jejaring Sosial