Peta Jalan Menuju REDD+ Berbasis Masyarakat

Warga Desa Zanegi, Kabupaten Merauke, sedang memetik hasil kebun di pinggir hutan desa yang mereka jaga turun temurun. (Foto: Leo Wahyudi S)

REDD+ harus memasukkan masyarakat ke dalam kegiatan sehingga mereka harus berada di dalam dan menjadi bagian dari REDD+. "Dengan demikian masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan insentif," kata Agus Sari, Deputi Bidang Perencanaan dan Pendanaan Badan Pengelola (BP) REDD+. Hal itu disampaikan dalam sebuah lokakarya bertema Pengurangan Emisi Berbasis Masyarakat di Jakarta yang diselenggarakan oleh BP REDD+ pada 27 Oktober 2014.

Dalam konteks ini, BP REDD+ menggunakan pendekatan yurisdiksi atau kewilayahan. "Dengan pendekatan yurisdiksi kita memberi manfaat yang adil dan merata untuk semua pemangku kepentingan yang terlibat," lanjut Agus. Menurutnya, BP REDD+ memiliki konsep Desa Hijau. Gagasannya adalah memasukkan REDD+ ke dalam perencanaan pembangunan di desa. Selanjutnya akan dibuat struktur dengan melibatkan banyak pihak/multistakeholder.

REDD+ merupakan sektor yang produktif sebagai salah satu bagian untuk meningkatkan pendapatan yang diterjemahkan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan. Untuk mewujudkannya, maka REDD+ dengan aspek keberlanjutannya harus dapat dilihat dan dirasakan sekarang oleh masyarakat.

Dalam hal ini, REDD+ dapat menjalin kerja sama dengan maysarakat melalui Desa Hijau dan Pendanaan untuk mendukung target penurunan emisi 26/41 persen oleh Indonesia. "Kegiatan berbasis masyarakat adalah kegiatan yang harus diwartakan pertama kali. Kita sudah memiliki komitmen dengan masyarakat adat. Harapannya kita juga memilki komitmen yang sama kuat dengan masyarakat lokal," tegas Agus

Lokakarya ini sebagai kerja sama antara BP REDD+ dan PES (Payment for Ecosystem Service) Consortium yang dihadiri oleh perwakilan antara lain dari FFI, Samdhana Institute, Kemitraan, Sumatera Sustainable Support (SSS), Sulawesi Community Foundation (SCF), KKI WARSI, KAMUKI-Papua, Pundi Sumatera, Java Learning Center (JAVLEC), CFI. Tujuannya untuk membahas isu-isu strategis untuk membangun program pengurangan emisi berbasis masyarakat sebagai bagian tindak lanjut dari diskusi serupa yang diadakan BP REDD+ pada 30 September 2014.

Hutan Desa di Jambi

Sebelum ada konsep desa hijau, masyarakat lokal di Kecamatan Batin Tiga Hulu, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, sudah melakukan berbagai inisiatif yang bisa dikatakan sebagai Desa Hijau dalam konteks REDD+. Masyarakat sudah memiliki dan menjalani sebuah proses keberlanjutan ketika mereka mengelola sumber daya alam seperti tanah, air, kebun, hutan.

Inilah yang terjadi di lima hutan desa seluas 7.291 hektar di kawasan hutan lindung Bujang Rantau Bayur, Kabupaten Bungo, Jambi. Kelima hutan desa disini adalah Lubuk Beringin, Sangi Letung, Sei Mengkuang, Sei Telang, dan Senamat Ulu. Hutan desa Lubuk Beringin merupakan hutan desa pertama yang mendapatkan Surat Keputusan dari Kementerian Kehutanan pada 2009.

"Kelima hutan desa itu merupakan contoh upaya pengurangan emisi berbasis masyarakat," kata Emmy Primadona, Koordinator Proyek REDD+ dari KKI Warsi. Menurut Emmy, sudah ada banyak inisiatif berwawasan lingkungan yang dilakukan di daerah tersebut. Masyarakat di daerah itu sudah menggunakan green energy yang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Micro Hydro (PLTMH) dan Tenaga Kincir Air (PLTKA), biogas, lubuk larangan.

"Masyarakat juga sudah memanfaatkan produk-produk hutan bukan kayu (NTFP)," kata Emmy. Ia mencontohkan produk-produk kerajinan berbahan bambu atau rotan, madu hutan, karet, jernang, yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.

Emmy berharap masyarakat di kelima hutan desa itu mendapat dukungan dan pengakuan terutama dari BP REDD+ dalam hal ini. “Dukungan ini tidak harus selalu berwujud uang. Tetapi kunjungan atau lomba yang mengakui keberadaan mereka akan sangat berarti,” kata Emmy.***

membagi informasi ini:

Jadwal Kegiatan

Informasi Kontak

Telepon: +62 (21) 2500811
Faximili: +62 (21) 2500822
Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Situs Web: www.reddplus.go.id

Kantor Utama

Jl. Ir. H. Juanda No. 36
Jakarta Pusat - 10120, Indonesia

Kantor Operasional

Mayapada Tower II Lt. 14
Jl. Sudirman Kav. 27, Jakarta Selatan - 19210 Indonesia

Jejaring Sosial